Bukan ChatGPT, Grok 4.20 Masuk Puncak Model AI BerIQ Tertinggi

Teknologi173 Views

Bukan ChatGPT, Grok 4.20 Masuk Puncak Model AI BerIQ Tertinggi Perdebatan soal model AI paling cerdas kembali ramai setelah pemeringkatan terbaru menempatkan Grok 4.20 Expert Mode sebagai salah satu model dengan skor IQ tertinggi. Nama ini menarik perhatian karena bukan bagian dari ChatGPT, melainkan model besutan xAI yang ikut bersaing di kelompok teratas bersama model OpenAI terbaru.

Grok 4.20 Jadi Sorotan Baru di Papan Atas AI

Nama Grok 4.20 Expert Mode mencuat setelah laporan pemeringkatan AI 2026 menampilkan model tersebut di posisi tertinggi bersama OpenAI GPT 5.4 Pro Vision. Keduanya disebut mencatat skor IQ 145 dalam daftar yang dihimpun dari pengujian berbasis Mensa Norway oleh TrackingAI. Catatan itu membuat Grok tidak lagi sekadar dipandang sebagai pesaing percakapan, tetapi juga sebagai model yang mampu tampil kuat dalam uji penalaran visual dan pola.

Bukan ChatGPT, tetapi berada di level elite

Hal yang membuat nama Grok ramai dibahas adalah posisinya yang tidak berada di bawah merek ChatGPT. Selama ini, publik sering mengaitkan kecerdasan AI dengan ChatGPT karena popularitasnya sangat besar. Namun, daftar terbaru menunjukkan bahwa persaingan model AI sudah jauh lebih luas. Grok dari xAI, Gemini dari Google, Claude dari Anthropic, serta sejumlah model lain kini bersaing dalam kategori kemampuan berpikir, menyelesaikan soal, memahami gambar, dan membaca pola.

Skor 145 masuk kategori sangat tinggi

Dalam skala IQ manusia, angka 145 berada jauh di atas rata rata umum yang biasanya berada di kisaran 100. Namun, angka pada model AI tetap perlu dibaca secara hati hati. Skor tersebut tidak berarti AI memiliki kesadaran atau kecerdasan manusia secara utuh. Angka itu menunjukkan kemampuan model dalam mengerjakan jenis soal tertentu, terutama soal pola, logika, dan penalaran yang disusun dalam format pengujian.

Mengapa Grok 4.20 Bisa Mengungguli Banyak Model AI

Grok 4.20 Expert Mode disebut menonjol karena mampu memadukan kemampuan penalaran dengan pemrosesan instruksi yang lebih kuat. Model seperti ini tidak hanya menjawab pertanyaan biasa, tetapi juga mencoba mengurai masalah bertahap, mengenali pola tersembunyi, dan mempertahankan alur jawaban ketika pertanyaannya dibuat rumit.

Mode pakar menjadi nilai jual utama

Penyebutan Expert Mode memberi gambaran bahwa model ini diarahkan untuk tugas yang lebih berat. Dalam penggunaan sehari hari, mode seperti ini biasanya dibutuhkan untuk menjawab soal analisis data, penyusunan argumen, penguraian masalah teknis, hingga pertanyaan yang membutuhkan beberapa langkah berpikir. Pengguna tidak hanya meminta jawaban cepat, tetapi juga meminta model menimbang kemungkinan, membandingkan informasi, lalu memberikan jawaban yang lebih matang.

Kuat dalam penalaran berbasis pola

Tes IQ yang digunakan dalam pemeringkatan semacam ini umumnya mengukur kemampuan mengenali pola, hubungan visual, logika urutan, dan hubungan antar bentuk. Model AI yang berhasil meraih skor tinggi berarti mampu membaca pola soal dengan akurat. Kelebihan ini penting karena banyak pekerjaan berbasis AI kini tidak lagi sebatas membuat teks, tetapi juga membaca gambar, tabel, bagan, dokumen panjang, dan instruksi teknis.

Persaingan Ketat dengan Model OpenAI

Meski judul besar yang menyita perhatian adalah “bukan ChatGPT”, posisi Grok tidak berdiri sendirian. Dalam laporan Voronoi pada 25 April 2026, Grok 4.20 Expert Mode berbagi skor tertinggi dengan OpenAI GPT 5.4 Pro Vision, sama sama berada di angka 145. Artinya, puncak daftar tidak sepenuhnya lepas dari OpenAI, tetapi Grok berhasil masuk ke barisan paling atas dan menjadi pesaing langsung.

OpenAI tetap menjadi pembanding utama

OpenAI masih menjadi nama besar dalam perlombaan model AI. Sebelumnya, laporan lain menyebut GPT 5.4 Pro sempat menyentuh skor IQ 150 pada leaderboard publik TrackingAI. Laporan itu juga mencatat kenaikan tajam dari skor model o3 yang sebelumnya berada di angka 136 pada tes Mensa Norway.

Angka bisa berbeda antar pemeringkatan

Perbedaan angka antara 145 dan 150 menunjukkan satu hal penting, yaitu hasil pengujian AI sangat bergantung pada metode, waktu pengambilan data, versi model, dan jenis soal. Dalam dunia AI, model dapat diperbarui sangat cepat. Pembaruan kecil pada sistem jawaban, cara membaca gambar, atau teknik penalaran bisa membuat skor berubah. Karena itu, klaim “AI paling cerdas” sebaiknya selalu dilihat berdasarkan sumber pemeringkatan dan tanggal publikasinya.

Cara Tes IQ AI Dilakukan

TrackingAI menjadi salah satu rujukan yang banyak dibicarakan karena menyediakan pemantauan terhadap model AI lewat beberapa pengujian. Dalam laman resminya, TrackingAI menjelaskan bahwa tes IQ yang digunakan mencakup Mensa Norway dan tes offline yang dibuat oleh anggota Mensa, dengan catatan bahwa tes offline tersebut tidak pernah tersedia di internet publik dan tidak masuk data pelatihan AI.

Mengurangi risiko hafalan soal

Salah satu kritik terhadap pengujian AI adalah kemungkinan model sudah pernah melihat soal serupa saat dilatih. Jika soal beredar luas di internet, model mungkin tidak benar benar memecahkan soal, melainkan mengenali pola dari data lama. Karena itu, tes offline menjadi penting untuk mengurangi risiko tersebut. Dengan soal yang tidak beredar luas, hasil yang diperoleh dianggap lebih mencerminkan kemampuan model saat menghadapi masalah baru.

Tetap bukan ukuran kecerdasan lengkap

Walau tes IQ menarik perhatian publik, ukuran ini tidak bisa menjadi satu satunya dasar untuk menyebut sebuah model paling unggul. AI bisa sangat kuat dalam soal pola, tetapi belum tentu paling baik dalam akurasi berita, penulisan hukum, riset ilmiah, layanan pelanggan, pemrograman, atau tugas berbahasa Indonesia. Kecerdasan AI di dunia nyata selalu bergantung pada jenis tugas yang diberikan.

Bukan Sekadar Angka, Ini yang Membuat AI Terasa Pintar

Model AI terasa pintar ketika mampu memahami perintah rumit, menjaga jawaban tetap relevan, dan tidak mudah tersesat saat pengguna memberi pertanyaan panjang. Skor IQ hanya satu sisi. Pengalaman pengguna sehari hari sering kali ditentukan oleh kestabilan jawaban, ketepatan informasi, gaya bahasa, dan kemampuan mengikuti instruksi.

Kuat di soal belum tentu bebas salah

Model dengan skor tinggi tetap bisa keliru. AI dapat menjawab dengan sangat meyakinkan, tetapi belum tentu selalu benar. Inilah alasan pengguna tetap perlu memeriksa jawaban penting, terutama untuk bidang kesehatan, hukum, keuangan, pendidikan, dan data teknis. Semakin kuat model AI, semakin besar pula kebutuhan pengguna untuk menilai jawaban dengan cermat.

Kemampuan visual makin menentukan

Masuknya model Vision dalam papan atas menunjukkan bahwa pengujian AI tidak lagi hanya soal teks. Model modern dituntut mampu membaca gambar, grafik, dokumen hasil pindai, diagram, dan tampilan layar. Kemampuan ini penting bagi dunia kerja karena banyak informasi tidak hadir dalam bentuk kalimat, melainkan dalam bentuk visual yang membutuhkan penafsiran.

Persaingan AI Tidak Lagi Dikuasai Satu Nama

Popularitas ChatGPT memang sangat besar, tetapi peta persaingan AI sudah berubah. Google mengembangkan Gemini, Anthropic mengembangkan Claude, xAI membawa Grok, dan sejumlah pengembang lain menghadirkan model terbuka maupun tertutup dengan kemampuan yang terus meningkat. BenchLM, misalnya, menampilkan pemeringkatan berbeda untuk performa keseluruhan, dengan Claude Mythos Preview berada di posisi pertama dalam daftar overall, disusul Gemini 3.1 Pro dan GPT 5.5.

Setiap papan peringkat punya fokus berbeda

Ada leaderboard yang mengukur kemampuan percakapan, ada yang menilai pemrograman, ada yang berfokus pada matematika, ada yang menguji keakuratan fakta, dan ada pula yang memakai model IQ. Karena itu, model yang menang di satu daftar belum tentu menjadi nomor satu di daftar lain. Grok 4.20 Expert Mode dapat menonjol di pengujian IQ, sementara model lain bisa lebih unggul untuk riset panjang, coding, penulisan, atau pemahaman dokumen.

Pengguna perlu memilih sesuai kebutuhan

Untuk pengguna umum, pertanyaan paling penting bukan hanya “AI mana yang paling tinggi IQ nya”, tetapi “AI mana yang paling cocok untuk pekerjaan saya”. Penulis membutuhkan model yang konsisten dalam gaya bahasa. Programmer membutuhkan model yang kuat membaca kode. Peneliti membutuhkan model yang teliti terhadap sumber. Pebisnis membutuhkan model yang rapi dalam membuat rencana kerja dan laporan.

Arti Persaingan Ini bagi Pengguna Indonesia

Kenaikan skor model AI memberi sinyal bahwa teknologi percakapan pintar semakin matang. Di Indonesia, perkembangan ini dapat terasa dalam banyak kegiatan, mulai dari penulisan konten, layanan pelanggan, pendidikan, penerjemahan, analisis data, hingga otomatisasi pekerjaan kantor.

Bahasa Indonesia tetap menjadi ujian penting

Model dengan skor IQ tinggi belum tentu paling enak digunakan dalam bahasa Indonesia. Pengguna lokal membutuhkan AI yang memahami ragam bahasa formal, bahasa berita, bahasa pemasaran, serta gaya komunikasi yang tidak terasa kaku. Dalam banyak kasus, AI yang paling berguna bukan hanya yang paling tinggi skornya, tetapi yang mampu menyesuaikan jawaban dengan kebutuhan pembaca Indonesia.

Literasi AI semakin dibutuhkan

Masyarakat perlu memahami bahwa AI bukan mesin kebenaran mutlak. Model dengan IQ tinggi tetap bekerja berdasarkan pola, data, instruksi, dan proses komputasi. Jawaban yang terdengar rapi tetap harus diperiksa ketika berhubungan dengan fakta penting. Sikap kritis menjadi bagian penting saat memakai AI, terutama ketika informasi tersebut akan diterbitkan, dijadikan bahan keputusan, atau disebarkan kepada publik.

Grok 4.20 dan Perubahan Arah Kompetisi AI

Kemunculan Grok 4.20 Expert Mode di papan atas memperlihatkan bahwa persaingan AI makin terbuka. ChatGPT masih sangat kuat dan populer, tetapi model lain juga mampu mencuri perhatian lewat capaian teknis yang tinggi. Bagi pengguna, kondisi ini memberi lebih banyak pilihan. Bagi pengembang, perlombaan ini menuntut pembaruan cepat, pengujian lebih ketat, dan layanan yang semakin mudah dipakai.

Peringkat bisa berubah kapan saja

Model AI diperbarui dalam hitungan minggu, bahkan kadang lebih cepat. Skor yang hari ini terlihat paling tinggi bisa berubah setelah model baru dirilis atau metode pengujian diperbarui. Karena itu, Grok 4.20 Expert Mode layak disebut sebagai salah satu model AI paling menonjol dalam pemeringkatan IQ 2026, tetapi posisi ini tetap perlu dilihat sebagai gambaran terbaru dari persaingan yang bergerak cepat.

Nama besar bukan satu satunya penentu

Kasus Grok menunjukkan bahwa popularitas tidak selalu sama dengan posisi teknis tertinggi di semua pengujian. ChatGPT tetap menjadi produk yang sangat dikenal, tetapi papan peringkat membuka ruang bagi model lain untuk menunjukkan keunggulan. Di titik inilah pengguna mulai melihat AI bukan sebagai satu merek, melainkan sebagai ekosistem berisi banyak model dengan kekuatan masing masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *