Pendapatan Bukalapak mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada semester pertama 2026. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan pendapatan sebesar Rp4 triliun, meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pesat bisnis gaming, peningkatan kualitas pendapatan, serta hasil transformasi bisnis yang terus dijalankan perusahaan.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dipenuhi tantangan, Bukalapak tetap mampu mempertahankan tren perbaikan kinerja operasional. Perusahaan juga berhasil menjaga adjusted EBITDA tetap positif sebagai bukti bahwa strategi efisiensi mulai memberikan hasil yang konsisten.
Bisnis Gaming Menjadi Kontributor Terbesar
Pertumbuhan Pendapatan Bukalapak terutama berasal dari segmen gaming yang menjadi motor utama bisnis perseroan.
Selama semester I 2026, pendapatan dari bisnis gaming mencapai sekitar Rp3,5 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didukung oleh ekspansi bisnis digital dan pertumbuhan transaksi produk virtual, baik di pasar domestik maupun internasional.
Kontribusi yang besar dari segmen gaming menunjukkan bahwa strategi perusahaan untuk fokus pada layanan digital memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan.
Ekspansi Digital Mendorong Pertumbuhan
Bukalapak terus memperluas layanan produk digital yang memiliki permintaan tinggi.
Selain voucher dan kredit game, perusahaan juga mengembangkan berbagai layanan digital lain yang mampu meningkatkan frekuensi transaksi pelanggan. Strategi tersebut membantu memperkuat sumber pendapatan yang memiliki margin lebih baik.
Adjusted EBITDA Tetap Positif
Selain peningkatan Pendapatan Bukalapak, perusahaan juga berhasil mempertahankan adjusted EBITDA pada posisi positif.
Pada kuartal II 2026, adjusted EBITDA tercatat sebesar Rp6 miliar. Secara kumulatif selama semester pertama 2026, adjusted EBITDA mencapai Rp10 miliar. Angka tersebut membaik sekitar Rp44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencatat adjusted EBITDA negatif.
Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbaiki kualitas pendapatan.
Margin Kontribusi Terus Bertumbuh
Margin kontribusi menjadi salah satu indikator yang menunjukkan peningkatan kualitas bisnis Bukalapak.
Sepanjang semester I 2026, margin kontribusi perusahaan meningkat sekitar 11 persen menjadi Rp171 miliar. Pada kuartal II saja, margin kontribusi tercatat sebesar Rp72 miliar.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan diikuti oleh pengelolaan biaya yang semakin efisien.
Transformasi Bisnis Terus Berjalan
Pertumbuhan Pendapatan Bukalapak tidak terlepas dari transformasi bisnis yang telah dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Bukalapak semakin fokus pada bisnis digital yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Perusahaan juga menjalankan disiplin operasional dengan mengoptimalkan alokasi sumber daya pada segmen yang memberikan profitabilitas lebih baik.
Strategi tersebut membantu perusahaan menghadapi dinamika industri teknologi yang terus berubah.
Segmen Mitra Lebih Selektif
Di sisi lain, segmen Mitra Bukalapak masih mengalami penyesuaian.
Pendapatan segmen ini menurun karena perusahaan menerapkan strategi yang lebih selektif dalam memilih produk. Meski demikian, margin kontribusi dan adjusted EBITDA segmen Mitra justru mengalami perbaikan berkat peningkatan efisiensi operasional.
Fokus pada Kualitas Pendapatan
Manajemen menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendapatan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan memperkuat bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menjaga disiplin biaya operasional. Langkah ini dinilai penting agar perusahaan mampu mempertahankan profitabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi.
Prospek Bisnis Digital Masih Menjanjikan
Industri layanan digital di Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar.
Meningkatnya penggunaan layanan hiburan digital, pembayaran elektronik, dan produk virtual diperkirakan akan terus mendukung perkembangan bisnis Bukalapak.
Selain itu, penetrasi internet yang semakin luas membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai daerah.
Investor Mencermati Arah Transformasi
Kinerja Pendapatan Bukalapak menjadi perhatian investor karena mencerminkan efektivitas transformasi bisnis perusahaan.
Selain pertumbuhan pendapatan, investor juga memantau perkembangan adjusted EBITDA, margin kontribusi, serta kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional. Indikator tersebut dinilai penting untuk melihat keberlanjutan perbaikan fundamental perseroan.
Pendapatan Bukalapak Tumbuh Seiring Transformasi Bisnis
Pencapaian Pendapatan Bukalapak sebesar Rp4 triliun pada semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi perusahaan mulai menghasilkan kinerja yang lebih baik. Pertumbuhan bisnis gaming, peningkatan margin kontribusi, serta adjusted EBITDA yang tetap positif menjadi faktor utama yang menopang hasil tersebut.
Ke depan, Bukalapak diperkirakan akan terus memperkuat bisnis digital dengan fokus pada efisiensi dan kualitas pendapatan. Jika strategi tersebut berjalan secara konsisten, perusahaan memiliki peluang untuk mempertahankan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas pada periode berikutnya.
